Backstagers Jawa Timur gelar “Ngopi” di Bojonegoro

Backstagers Jawa Timur gelar “Ngopi” di Bojonegoro: perkuat ekosistem industri event management dan ekonomi kreatif Jawa Timur.

BOJONEGORO, 15 Mei 2026 — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Backstagers Indonesia Event Management Association Jawa Timur hari ini menggelar kegiatan bertajuk NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) di Greenwood Coffeshop, Perumahan Pandawa Land, Pacul, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai pukul 14.30 WIB hingga selesai. Kegiatan yang mengusung tema ‘Satu Frekuensi, Satu Industri’ ini merupakan wujud nyata komitmen asosiasi dalam mengawal dan memperkuat ekosistem industri event management di Jawa Timur, khususnya dalam koridor Bidang Edukasi Industri dan Bidang Keanggotaan.

Kegiatan NGOPI (Ngobrol Penuh Inspirasi) merupakan forum diskusi informal yang dirancang sebagai ruang berbagi pengalaman, memperluas jaringan profesional, serta memperkuat koneksi di balik layar industri event. Kegiatan ini menjadi bagian dari program aktif DPD Jawa Timur dalam mendekatkan organisasi kepada para anggota dan pelaku industri di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Bojonegoro yang menjadi tuan rumah pada perhelatan kali ini.
Empat narasumber kompeten dari jajaran pengurus DPD Backstagers Jawa Timur hadir untuk memimpin dan mengisi diskusi, yaitu:

Lukman Sadaya

Ketua DPD Jawa Timur
(Allinone Indonesia)

Hendra Mardhika

Ketua Harian DPD
Jawa Timur
(Squad Indonesia)

Toufan Widhi H

Sekretaris DPD Jawa Timur
(Kinetic Indonesia)

Amir Syaifuddin

Bendahara DPD Jawa Timur
(Imagine Promosindo)

Asosiasi sebagai pengawal industri dan ekosistem

Backstagers Indonesia Event Management Association adalah organisasi profesi yang mewadahi para pelaku industri event di seluruh Indonesia. Berdiri sejak 2013, organisasi ini kini menaungi lebih dari 300 perusahaan event organizer anggota. Backstagers Indonesia telah menjadi garda terdepan dalam advokasi kebijakan, formalisasi industri, dan standardisasi profesional industri event nasional.

Pada Februari 2025, Backstagers Indonesia meluncurkan Manifesto Industri Event Indonesia yang diserahkan kepada Kementerian Pariwisata. Sebagai kelanjutan strategisnya, pada April 2026, Aliansi Industri Event Nasional yang difasilitasi Backstagers Indonesia menerbitkan Whitepaper Industri Event 2026-2030: ‘Dari Tidak Terlihat, Menjadi Tidak Tergantikan’ dokumen advokasi kebijakan komprehensif yang dirilis secara resmi kepada publik pada 4 Mei 2026. Whitepaper ini merupakan hasil kolaborasi BACKSTAGERS INDONESIA, IVENDO, APMI, IMARINDO, RENTAL INDONESIA, AVJI, dan EVENT OWNERS INDONESIA.

DPD Jawa Timur sebagai representasi regional mengemban tanggung jawab strategis dalam membangun dan memperkuat ekosistem industri event di tingkat daerah. Kegiatan NGOPI di Bojonegoro ini merupakan manifestasi konkret dari peran aktif asosiasi dalam menjangkau daerah, membangun komunikasi langsung dengan pelaku industri setempat, dan mendorong terbentuknya sinergi solid antara pusat dan daerah dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Industri event dalam ekosistem ekonomi kreatif: data dan fakta

Berdasarkan Whitepaper Industri Event 2026-2030 yang diterbitkan Backstagers Indonesia bersama Aliansi Industri Event Nasional (April 2026), industri event merupakan salah satu penggerak ekonomi lintas sektor yang paling signifikan namun masih kurang mendapatkan pengakuan kebijakan yang memadai. Industri ini menghubungkan tenaga kerja berbasis proyek, UMKM vendor, venue, hotel, logistik, transportasi, subsektor kreatif, dan berbagai aktivitas ekonomi turunan lainnya.

1. Baseline Data & Skala Industri

2. Realitas Dampak Event Besar di Indonesia

Asosiasi juga memaparkan komparasi data nyata dampak ekonomi dari berbagai mega-event:

3. Bukti Terukur Alat EEC v1.0 (Studi Kasus IVES 2023)

Melalui instrumen Event Economic Calculator (EEC) v1.0 milik Backstagers yang kompatibel dengan Tabel Input-Output BPS 2020, terbukti pada pergelaran Indonesia Event Management Summit (IVES) 2023 mampu menciptakan dampak ekonomi langsung Rp6,21 miliar, total output Rp11,05 miliar, serta menyerap 617 pekerjaan dengan Benefit-Cost Ratio (BCR) berada di angka 1,89x – 1,95x. Hal ini membuktikan secara empiris bahwa satu event mampu menggerakkan miliaran rupiah ekonomi lokal.

Data-data ini mempertegas bahwa industri event bukan sekadar pos pengeluaran seremonial, melainkan instrumen investasi dan mesin penggerak pertumbuhan ekonomi. Dengan multiplier effect 2,36x, setiap rupiah yang diinvestasikan dalam penyelenggaraan event menghasilkan dampak ekonomi berlipat ganda bagi masyarakat, vendor lokal, UMKM, dan seluruh rantai pasok terkait.

Bidang edukasi industri dan keanggotaan: pilar strategis asosiasi

Kegiatan NGOPI ini berada dalam koridor dua bidang strategis DPD Backstagers Jawa Timur: Bidang Edukasi Industri dan Bidang Keanggotaan. Sejalan dengan agenda Whitepaper Backstagers Indonesia 2026-2030, kedua bidang ini menjadi fondasi dalam membangun kapasitas anggota dan memperluas jangkauan ekosistem industri event regional.

Dalam konteks Bidang Edukasi Industri, whitepaper menegaskan Indonesia menghadapi gap kritis antara standar global dan kesiapan standar domestik. CMP (Certified Meeting Professional) kini dipegang lebih dari 13.000 profesional di 55 negara. ISO 20121 untuk manajemen keberlanjutan event telah direvisi pada April 2024 dengan penambahan persyaratan climate change, legacy, human rights, dan safeguarding — yang belum sepenuhnya tercermin dalam SKKNI event Indonesia. Forum NGOPI hadir sebagai platform edukasi yang mentransfer pengetahuan aktual dari praktisi langsung kepada pelaku industri daerah.

Dari perspektif Bidang Keanggotaan, whitepaper menekankan pentingnya keanggotaan asosiasi resmi sebagai infrastruktur verifikasi profesional, kode etik, rekam jejak, dan quality assurance sektoral yang dapat membantu pemerintah (termasuk Polri dalam perizinan event) untuk menilai kredibilitas penyelenggara dan mencegah kehadiran event organizer oportunistik yang merugikan publik. Dengan hadir langsung di Bojonegoro, DPD Jatim mewujudkan komitmen menjangkau setiap sudut Jawa Timur secara inklusif.

Tantangan industri dan relevansi peran asosiasi

Whitepaper Backstagers Indonesia 2026-2030 mencatat 12 isu kunci reformasi industri event, antara lain: persepsi pemerintah yang masih membaca event organizer hanya dalam bingkai MICE; pemerintah daerah yang mereduksi event menjadi urusan tenda dan sound system; serta sistem penganggaran yang lebih mudah membaca komponen barang fisik dibanding jasa manajerial dan brainware kreatif.

Kebijakan efisiensi anggaran melalui Inpres Nomor 1 Tahun 2025 menciptakan tantangan serius. Whitepaper memperingatkan bahwa situasi efisiensi justru membuka celah bagi event organizer oportunistik. Oleh karena itu, reformasi perizinan berbasis risiko (Risk Assessment) dan penguatan peran asosiasi sebagai penjamin mutu (Quality Assurance) menjadi semakin krusial. Di sinilah kehadiran aktif Backstagers Jawa Timur termasuk melalui program NGOPI menjadi respons yang tepat dan strategis.

Whitepaper juga menyoroti bahwa 56% struktur kerja Indonesia masih didominasi sektor informal (BPS, 2024). Pekerja event khususnya Individual Talent/Freelancer Tier 5 (stage crew, fotografer lepas, MC, kru teknis harian) adalah kelompok paling rentan tanpa BPJS, kontrak tertulis, atau standar valuasi yang memadai. Pada 2025, baru sekitar 13% dari 60 juta pekerja informal terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Edukasi dan advokasi dari asosiasi menjadi garis depan perlindungan bagi kelompok ini.

"NGOPI bukan sekadar ngobrol santai. Ini adalah langkah nyata kami sebagai asosiasi untuk hadir, mendengar, dan bersama-sama membangun ekosistem industri event yang sehat dan berkelanjutan di seluruh Jawa Timur, termasuk di Bojonegoro. Data dalam Whitepaper Backstagers 2026-2030 telah membuktikan bahwa industri event adalah infrastruktur ekonomi, bukan sekadar pos biaya. Dan kami berkomitmen membawa pemahaman itu sampai ke daerah"

LUKMAN SADAYA
Ketua DPD Backstagers Indonesia Jawa Timur

"Kami membawa semangat Satu Frekuensi, Satu Industri ke Bojonegoro karena kami percaya bahwa potensi industri event di daerah ini luar biasa. Data menunjukkan bahwa satu event saja bisa menciptakan ratusan lapangan kerja dan menggerakkan miliaran rupiah ekonomi lokal. Forum ini adalah jembatan agar pelaku industri di daerah juga memahami dan turut mengawal ekosistem ini bersama kami."

HENDRA MARDHIKA
Ketua Harian DPD Backstagers Indonesia Jawa Timur

Komitmen DPD Jawa Timur ke depan

DPD Backstagers Indonesia Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program serupa di berbagai daerah di Jawa Timur. Kegiatan NGOPI akan terus dikembangkan sebagai platform edukasi dan jaringan yang adaptif, dengan materi yang terus diperbarui sesuai perkembangan terkini dan agenda reformasi industri event nasional.

Asosiasi berkomitmen mendukung implementasi kebijakan ekonomi kreatif di tingkat daerah dan mendorong agar data industri event Jawa Timur dapat terbaca secara komprehensif dalam Sensus Ekonomi BPS Mei 2026, jendela kebijakan yang hanya terbuka sekali dalam satu dekade, dan yang akan menentukan wajah statistik industri event untuk lima hingga sepuluh tahun ke depan.

Dengan semangat “Satu Frekuensi, Satu Industri”, Backstagers Jawa Timur mengajak seluruh pelaku industri event di Bojonegoro dan seluruh Jawa Timur untuk bersama-sama membangun ekosistem yang lebih kuat, inklusif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi menjadikan Indonesia sebagai ASEAN Event Hub.

Backstagers Jawa Timur gelar “Ngopi” di Bojonegoro
informasi Kegiatan

Share :

logo-cerita-event-for-profil-picture

Admin Cerita Event

A Place where Events Information meet

logo cerita event

Berbagi cerita dan informasi berkaitan dengan Event di Indonesia